Friday, November 17, 2017

Mengkritisi Sikap umat Islam Terhadap Kitab Suci Al-Quran




Bismillahirrohmaanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.
_______________
(Masih mengkritisi sikap umat Islam terhadap kitab suci al Quran)
Adab-adabnya membaca al Quran itu banyak, tetapi adab yang paling penting dan paling wajib ialah, hendaklah orang yang membaca al Quran itu harus mentadabburi, memahami, dan menghadirkan hati pada apa yang dibacanya.
 
(Kitab Nashoihuddiniyyah, Syaikh 'Alwy al Haddad, hal : 44)
Adab ini jelas paling penting dan paling wajib, karena al Quran itu diturunkan untuk sebagai pedoman hidup yang harus "diamalkan" petunjuk-petunjuknya. Bukan hanya "bacaan" yang sudah cukup dengan hanya "dibaca-baca" saja. Dan untuk bisa mengetahui "apa petunjuk-prtunjuk" al Quran itu, maka membacanya harus pelan-pelan, ditadabburi, difahami, dan hatipun harus hadir pada apa yang dibacanya itu. (Tentu saja ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang faham bahasa Arab).


Tapi bagi kita yang tidak faham bahasa Arab, maka membaca al Quran dengan "pelan" atau dengan "cepat" saya kira sama saja. Sama-sama tidak tahu isinya. Sama-sama tidak tahu maksudnya. Baca pelan tidak faham, baca cepat apalagi.

Itulah sebabnya, saya tegaskan sekali lagi, bahwa jika kita ingin "mengetahui" isi petunjuk-petunjuk kitab suci al Quran, maka kita harus memiliki / mendatangi " majlis ta'lim". Yaitu majlis yang di situ dibacakan kitab-kitab klasik karya para ulama salafussalih. Karena hanya kitab mereka itulah yang menjabarkan apa yang diajarkan oleh al Quran dan al Hadits sebagai sumber ajaran-ajaran Islam yang harus kita laksanakan.

Dan untuk itu, mestinya majlis-majlis yang harus diadakan dan digalakkan dan diramaikan adalah "majlis-majlis ta'lim". Majlis-majlis yang me-ngerti-kan masyarakat dan me-mintar-kan masyarakat akan ajaran-ajaran agamanya. Bukan majlis-majlis lainnya.

Ya Allah….Perbanyaklah di bumi-Indonesia ini "majlis-majlis tholabil 'ilmi" dan limpahkan dalam hati kaum muslimin untuk "semangat" mendatanginya, atau setidak-tidaknya "mau" sajalah. Sehingga mereka bisa faham dan bisa mengamalkan ajaran-ajaran-Mu. Aamiiin. ( Mandi po ora luweh, sing penting wis donga ).

No comments:

Post a Comment