Friday, November 17, 2017

QURAN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP (2)



____________________________________
Bismillahirrohmaanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.
_______________
 QURAN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP
(kritik terhadap umat Islam dalam mensikapi kitab suci Al Quran -2)


Menurut pengamatan saya, kekeliruan umat Islam yang menjadikan ajaran Islam dan orang-orang Islam tidak kelihatan baiknya adalah:

  1. karena Al Quran sebagai kitab suci dan pedoman hidup hanya dipelajari cara membacanya saja, tetapi tidak dipelajari "apa isi"nya.
  2. karena pengamalan al Qur'an hanya dibaca "huruf-huruf"nya saja, tetapi tidak diamalkan "apa ajaran" nya. Perintahnya tidak dikerjakan, larangannya diterjang tidak ditinggalkan.
  3. karena Al Hadits yang juga sebagai pedoman hidup, bahkan tidak pernah dibaca sama sekali, apalagi diketahui isinya. Padahal justru al hadits inilah yang seharusnya banyak kita baca apabila kita ingin mengamalkan al Quran dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena al hadits inilah realisasi dan wujud daripada pengamalan ajaran al Quran, yang bisa langsung kita teladani.
  4. karena kitab-kitab klasik ditinggalkan. Padahal semua kitab-kitab klasik (sepengetahuan saya), hanyalah menjabarkan 'ajaran-ajaran' yang terkandung dalam al Quran dan al Hadits. Sehingga mengamalkan isi kitab-kitab klasik, sama saja dengan menjalankan isi al Quran dan al Hadits.


Wallohu a'lamu bish showaab, wahuwal muwaffiq ilaa aqwamith thoriiq.

_________________________________
• Mohon difahami dengan hati yang ihlas karena Allah Ta'ala semata.
• Kami ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya bagi siapa saja yang karena Allah mau 'berbagi'. Semoga Allah menambah kemanfaatan dan keberkahan hidup kita. Amiin

QURAN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP (1)



____________________________________
Bismillahirrohmaanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.
_______________

QURAN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP
(kritik terhadap umat Islam dalam mensikapi kitab suci Al Quran -3)


Menurut saya, termasuk salah kaprah yang harus diluruskan berkaitan dengan kitab suci al Quran, adalah bahwa kebanyakan orang Islam telah merasa "cukup" bahkan telah merasa " puas", dengan hanya 'bisa membaca' al Quran saja, kemudian 'mengulang-ulang' membacanya saja seperti tanpa memperdulikan dengan apa yang menjadi isi ajarannya. Padahal :


  1. Al-Quran diturunkan itu bukan untuk dibaca-baca saja, tapi yang terpenting adalah untuk dijadikan pedoman hidup, dikerjakan perintah-perintahnya, dijauhi larangan-larangannya, dan diyakini dan diimani kebenaran petunjuk-petunjuknya.
  2. Membaca al Quran kita, belum seperti 'membaca' al Quran yang dikehendaki oleh Rasulullah Saw. Karena 'membaca' yang beliau kehendaki adalah mengambil 'isi dan maksud' dari al Quran yang kita baca, agar kita bisa mengamalkannya. Sementara 'membaca' al Quran kita barulah membunyikan huruf-huruf al Quran dan sama sekali belum mengetahui isi dan maksudnya apa.

Itulah sebabnya, mau tidak mau kita harus memiliki atau setidak-tidaknya mau menghadiri "MAJLIS NGAJI" yang di situ dibacakan kitab-kitab klasik karangan para ulama salafus salih. Karena hanya dari kitab-kitab mereka itulah kita bisa mengetahui isi al Quran dan al Hadits dengan benar. Insya Allahu Ta'ala. Jangan sampai kita hanya membaca Quran Tarjamah, kemudian kita otak-atik, kita fahami sendiri. Bahaya !!!

Wallohu a'lamu bish showaab, wahuwal muwaffiq ilaa aqwamith thoriiq.

Mengkritisi Sikap umat Islam Terhadap Kitab Suci Al-Quran




Bismillahirrohmaanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.
_______________
(Masih mengkritisi sikap umat Islam terhadap kitab suci al Quran)
Adab-adabnya membaca al Quran itu banyak, tetapi adab yang paling penting dan paling wajib ialah, hendaklah orang yang membaca al Quran itu harus mentadabburi, memahami, dan menghadirkan hati pada apa yang dibacanya.
 
(Kitab Nashoihuddiniyyah, Syaikh 'Alwy al Haddad, hal : 44)
Adab ini jelas paling penting dan paling wajib, karena al Quran itu diturunkan untuk sebagai pedoman hidup yang harus "diamalkan" petunjuk-petunjuknya. Bukan hanya "bacaan" yang sudah cukup dengan hanya "dibaca-baca" saja. Dan untuk bisa mengetahui "apa petunjuk-prtunjuk" al Quran itu, maka membacanya harus pelan-pelan, ditadabburi, difahami, dan hatipun harus hadir pada apa yang dibacanya itu. (Tentu saja ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang faham bahasa Arab).


Tapi bagi kita yang tidak faham bahasa Arab, maka membaca al Quran dengan "pelan" atau dengan "cepat" saya kira sama saja. Sama-sama tidak tahu isinya. Sama-sama tidak tahu maksudnya. Baca pelan tidak faham, baca cepat apalagi.

Itulah sebabnya, saya tegaskan sekali lagi, bahwa jika kita ingin "mengetahui" isi petunjuk-petunjuk kitab suci al Quran, maka kita harus memiliki / mendatangi " majlis ta'lim". Yaitu majlis yang di situ dibacakan kitab-kitab klasik karya para ulama salafussalih. Karena hanya kitab mereka itulah yang menjabarkan apa yang diajarkan oleh al Quran dan al Hadits sebagai sumber ajaran-ajaran Islam yang harus kita laksanakan.

Dan untuk itu, mestinya majlis-majlis yang harus diadakan dan digalakkan dan diramaikan adalah "majlis-majlis ta'lim". Majlis-majlis yang me-ngerti-kan masyarakat dan me-mintar-kan masyarakat akan ajaran-ajaran agamanya. Bukan majlis-majlis lainnya.

Ya Allah….Perbanyaklah di bumi-Indonesia ini "majlis-majlis tholabil 'ilmi" dan limpahkan dalam hati kaum muslimin untuk "semangat" mendatanginya, atau setidak-tidaknya "mau" sajalah. Sehingga mereka bisa faham dan bisa mengamalkan ajaran-ajaran-Mu. Aamiiin. ( Mandi po ora luweh, sing penting wis donga ).

Nabi Isa Menasehati Sahabatnya.



___________________________________
Bismillahirrohmaanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.
_______________
Sebongkah emas teronggok di tepi jalan. Tiga mayat tergeletak di sampingnya. Yang satu kepalanya pecah, adalah mayat orang yang diperintahkan untuk pergi ke pasar membeli makanan. Sedangkan dua mayat lainnya, keduanya mengeluarkan buih dari mulut mereka, adalah mayat dua temannya yang menunggui emas itu agar tak hilang diambil orang.


Mula-mula timbul pemikiran dalam hati orang yang disuruh pergi ke pasar untuk membeli makanan itu. "Untuk apa aku harus membagi emas itu bersama mereka?. Tidak. Emas itu harus menjadi milikku saja. Akan aku taruh racun dalam makanan untuk membunuh mereka berdua".

Sementara dua orang yang menunggu emas itupun sedang berembug : "Kalau orang yang pergi ke pasar itu kita bunuh, maka emas ini menjadi milik kita berdua saja. Kamu setengahnya, aku setengahnya". Setelah mereka sepakat,tanpa basa basi, begitu orang yang membeli makanan datang, langsung dihantam kepalanya dengan batu. Matilah ia seketika itu juga.

Kemudian sambil tertawa-tawa, kedua orang itupun menyantap makanan yang dibawa oleh orang yang mereka bunuh itu, padahal tadi dia telah menaruh racun yang sangat mematikan ke dalam makanan itu. Mati jugalah mereka berdua seketika itu.Tinggallah sebongkah emas teronggok di pinggir jalan, dan 3 mayat tergeletak di tempat itu.
"Inilah fitnah dunia. Inilah fitnah harta. Berhati-hatilah kalian semua wahai para sahabatku" 

Begitulah Nabi 'Isa As. menasehati para sahabatnya, tentang tipudaya dunia.
Allahumma, iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin. Ihdinashshirothol mustaqiim.
_________________________

Cabang- Cabang Iman



___________________________________
Bismillahirrohmaanirrohiim.Alkhamdulillah, wash sholaatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi washohbihi ajma'iin. Kami berniat ngaji karena Engkau ya Allah, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan barokah. Aamiin, ya Mujiibassaa-iliin.
_______________
Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang sempurna. Sholawat dan salam semoga dilimpahkan atas junjungan kita Nabi Muhammad yang memiliki sifat-sifat sempurna, dan (semoga dilimpahkan) atas keluarganya dan para sahabatnya yang mereka semua telah mendapatkan derajat yang tinggi karena telah terdahulu di dalam menolong agama (Allah).


Amma ba'du :
 
Orang yang menampakkan aib-aibnya, orang yang merintihkan kesulitan-kesulitannya, orang yang mengharapkan syafaat dari yang dikasihinya, orang yang mengharapkan terhapus dosa-dosanya, yaitu Syaikh Imam Nawawi bin 'Umar bin 'Araby bin 'Aliy (semoga Allah mengasihi mereka semua), berkata :
"Ini adalah kitab penjelasan yang ringkas atas Cabang-cabang Iman, yang aku ambil dari kitab "An Niqoyah" karya Imam Suyuthi dan dari kitab "Al Futuhatul Makiyyah" karya Sayid Syaikh Muhammad bin 'Ali yang dikenal dengan Muhyidin bin 'Arabiy. dan aku menamainya dengan kitab "al Futuhatul Madaniyyah Fi Syu'bil Imaniyah" Dan hanya kepada Allahlah aku memohon pertolongan dan bimbingan.

Saya berkata :
(artinya saya memulai) dengan bimillahirrohmanirrohim dan dengan alkhamdulillahi rabbil 'alamin. Shalawat dan salam semoga tetap atas junjungan orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian yaitu Nabi Muhammad, orang yang membenarkan janjinya dan terpercaya. Dan shalawat dan salam semoga tercurahkan juga atas para keluarganya dan para sahabat-sahabatnya baik dari Muhajirin ataupun Anshor semuanya, semoga Allah meridhoi mereka, dan semoga Allah menyayangi kita semua karena kita mencintai mereka.

Amma ba'du :
Sesungguhnya seorang mukmin yang sempurna imannya, seorang mukmin yang sebenar-benarnya, ialah seorang mukmin yang semua cabang-cabang iman (dia laksanakan) dengan sempurna.